• Sejarah Berdirinya Raca

    Pada tahun 2000 telah terbentuk sebuah lembaga independen yang dikenal dengan RACA Institute.more

  • Program Kerja Raca

    RACA Institute merupakan suatu lembaga yang sudah berbadan hukum dengan bentuk Yayasan.  untuk mencapai visi dan misi more

  • Foto dan Video Dokumentsi

    Foto dan vidio Dokumentasi kegitan yang pernah dilakukan oleh raca insitute dalam melestarikan TASDAL more

'Tanah Air' HAK kami!!

Kabar Terbaru

Perwakilan petani desa Sinarrejeki, Sidoharjo, Karangrejo dan desa margolestari Kecamatan Jati Agung - Lampung selatan yang di damping oleh RACA Institute serta beberapa kalangan NGO, Mahasiswa, Buruh dan kaum miskin kota lainya yang tergabung dalam SEKBER (Sekretariat Bersama) Pemulihan Hak-hak Rakyat Indonesia mendatangi istana presiden menuntut agar kepemimpinan presiden SBY segera melaksanakan reforma agraria dan menyelesaikan konflik-konflik pertanahan yang terjadi di Indonesia.

Perwakilan warga tani lampung tersebut juga menuntut agar Register 40 Gedung Wani Kabupaten Lampung Selatan segera dihapus dari daftar aset negara karena secara historis tanah-tanah yang di klaim Kehutanan adalah tanah-tanah rakyat yang dirampas. Selama ini klaim kehutanan atas Reg 40 hanya menjadi KEJU bagi segelintir orang yang memiliki modal untuk mengekploitasi tanah tersebut melalui HPHTI. Bahkan baru-baru ini, kehutanan berencana akan melaksanakan program yang bernama Hutan Tanaman Rakyat (HTR) yang ternyata bertolak belakang dengan kondisi sosial, budaya, ekonomi dan politik petani ditingkat desa. Beberapa hari sebelumnya perwakilan petani tersebut melakukan audiensi dan pertemuan dengan beberapa Kementrian dan Lembaga Negara seperti Kementrian Kehutanan, Ombudsman, DPR RI Komisi III (selasa, 17 Jan 2012).

Ribuan demonstran yang menggelar aksi di depan Gedung DPR RI akhirnya pulang dengan tertib sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka membubarkan diri setelah mendapat kepastian dari puluhan anggota DPR RI yang akan membentuk PANSUS AGRARIA.

“Ada 34 anggota DPR yang menandatangani usulan dibentuknya pansus agraria,” ujar koordinator lapangan, Agustian, dari atas mobil komando yang diparkir di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/1).

Beberapa politikus yang mendatangani usulan pembentukan pansus aagraria antara lain Eva Sundari (PDIP), Ahmad Muzani (Gerindra), Akbar Faisal (Hanura), TB Hasanuddin (PDIP). Dalam kertas berisi tanda tangan itu, tak tampak tanda tangan politikus Partai Demokrat. Tanda tangan ini didapat setelah perwakilan demonstran bergerilya mencari tanda tangan.

Hutan Tak Bisa Dimiliki Masyarakat

Kabar Terbaru

Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Zulkifli Hasan mengingatkan bahwa kawasan hutan tidak bisa dimiliki masyarakat, apalagi dijualbelikan. "Hutan tanah tidak boleh dimiliki, tetapi pinjam pakai untuk kepentingan bangsa," kata Zulkifkli Hasan saat menghadiri pencanangan program penanaman 1 miliar pohon di kawasan Pertamina Geothermal Energi Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (28/12).

Dihadapan sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bandung dan Garut, pimpinan Pertamina dan masyarakat, Zulkifli menegaskan dalam undang-undang diatur perbedaan dalam mengatur pertanahan dan kehutanan.

Pertanahan seperti perkebunan atau perumahan, kata Zulkifli bisa dijadikan hak milik maupun diperjualbelikan, sedangkan tanah hutan tidak bisa dimiliki kecuali milik negara.

"Seperti perkebunan perumahan itu tidak ada kaitannya dengan kementerian kehutanan dan hutan tanah itu tidak boleh dimiliki," katanya.

Meskipun hutan bisa dimanfaatkan masyarakat, kata Zulkifli tetap harus mengikuti aturan yang tidak mengganggu kerusakan hutan seperti di kawasan tanah hutan tidak boleh diganti tanaman sayur atau kentang karena akan berdampak terjadinya bencana alam seperti longsor.

"Kalau kehutanan boleh dikelola rakyat tapi milik negara. Hutan lindung tidak boleh diganti tanaman sayur atau kentang, karena akan berdampak bencana," jelasnya. www.Republik.co.id

RUU PPP, Refleksi Dari Aksi Menuju Regulasi

Kabar Terbaru

Boedhi Wijardjo Direktu Curren Asia dan Pendiri RACA Institute mengatakan bahwa, Dari proses perjalanan panjang selama ini serta dari hasil diskusi kami dengan beberapa kelompok tani tingkat propinsi bahwa proses yang berkembang hingga akhir diskusi yang dilakukan adalah yang menjadi titik tolak terjadinya marginalisasi yang mana titik tekannya bukan hanya pada kaum tani tetapi juga pada petani perempuan karena implikasi berikutnya adalah yang jauh lebih besar pengaruh ini adalah petani perempuan.

Beliau mengungkapkan bahwa ada beberapa persoalan yang menurut hematnya bahwa hingga sekarang ini, dimana persoalan-persoalan semakin memutar, menjauh dan semakin membesar yang mana tidak tersentuh oleh kebijakan:

1.       Ketidak ketersediaan tanah terhadap petani

2.       Melemahnya akses kaum tani terhadap pasar

3.       Ketergantungan dalam budidaya pertanian

Dengan ke-tidak pastian itulah sehingga melahirkan problem-problem yang terjadi dan diterima oleh kaum tani selama ini.

Lebih lanjut belau mengatakan, Kemarin wakil presiden Boediono pernah mengatakan bahwa “ada 28 komuditas pangan yang di impor pada tahun ini dan menghabiskan Uang sebesar 5,36 Miliar dan Beras 2 jt ton/tahun” ini yang dilontarkan pada hari pangan sedunia dan ini sangat sedih sekali kita mendengarnya mengingat lahan kita yang sangat luas dan subur.

Proses marginalisasi petani yang terjadi selama ini adalah merupakan bukti otentik bahwa lemahnya perlindungan terhadap kaum tani, kalau kita mencermati banyak sekali undang-undang yang menyebut soal perlindungan tetapi fakta empirik memperlihatkan bahwa nasip petani tetap bukan menjadi hal yang perlu padahal sama-sama kita tau bahwa petani sudah ada sejak dulu “sebelum negeri ini di bentuk” dan merupakan Angkor dari pada negeri ini, oleh karena itu kami menganggap serius dan pentingnya RUU PPP ini di buat.

 

“Kalau undang-undang Perlindungan buruh ada! Kenapa petani yang sejak dulu ada tidak pernah di pikirkan! ADA APA INI ?!”

Berita RACA

13-01-12 15:50

Catatan Tahun 2011 Atas Konflik Sumber Daya Alam

Tingginya konflik sumber daya alam yang melibatkan rakyat vis a vis pemilik modal dan pemerintah ada...


04-11-11 11:24

Pendidikan Guru Informal Anti Korupsi Bagi Petani dan Buruh

Kabar Terbaru

Pendidikan anti korupsi dikalangan masyarakat sangat penting untuk dilakukan dimana pola-pola terseb...


09-06-11 12:57

Sidang Kriminalisasi Petani Cilacap

Kabar Terbaru

Sidang perkara Nomor : 95/Pid.Sus/2010/PN.Clp atas nama Terdakwa Warko bin Wirya Sukarta di Pengadil...


05-11-10 16:23

Petani Cilacap Menerima Sertipikat di Istana Bogor

Empat Desa di Kecamatan Cilacap menerima sertipikat hak atas tanah dari BPN, sertipikat tersebut dis...


22-12-09 12:18

RDP RACA Institute dengan Komisi IV DPR RI

Kabar Terbaru

Jakarta 04 Nov 2009, Rapid Agrarian Conflict Appraisal (RACA Institute) bersama Perserikatan tani ne...


22-12-09 11:57

Petani Bergantung Benih Impor

Kabar Terbaru

Pohon yang besar berawal dari sebuah bibit alias benih yang kecil. Kata bijak yang pernah disampaika...